CERITA WAKTU ITU

Aku pengagum mu, aku menyukai setiap tindak prilaku mu,
Dari mulai saat kamu berbicara, tersenyum bahkan saat kamu ngupil pake sumpit pun aku suka. Ini antara gue yang kelewat batas mengaguminya atau gue yang bener-bener kena pelet sama dia. Entahlah gue nggak peduli.

Perempuan yang berparas cantik berjilbab itu membuat gue semangat berangkat sekolah, dia yang cantik mengagumkan dengan tanpa memiliki hanya melihatnya saja hati ini sudah berbunga-bunga, apalagi sudah memilikinya. Gue mungkin bakal ngadain acara syukuran di kampung gue.

Waktu itu di sekolah, 2 jam satu pelajaran selesai dimana gue dan teman-teman sekelas gue pergi ngaso untuk mengisi perut gue yang keroncongan ini.
dalam perjalanan menuju ke kantin sekolah, seperti biasanya gue dan teman-teman pada suka malu untuk jalan duluan di depan, apalagi si babun, teman gue yang satu itu yang suka nutupin hidunganya kalau lagi malu, entah relasinya apa malu dengan nutupin hidung, hanya si babun dan tuhan lah yang tau.
Si babun ini sama sekali enggak pernah mau mengalah duluan jalan di depan memimpin perjalanan menuju ke kantin.

Gue dan kawan-kawan pun pergi dengan tersendat-sendat kaya perjalanan pulang sehabis kerja di jakarta. Ia macet. you know lah -_-
Kadang saling dorong-dorongan udah kaya anak SD norak banget.
Padahal di sekolahan itu sangat lenggang bahkan kita bisa saja ke kantin sambil koprol serah lah.

2 jam baru setengah perjalanan menuju kantin, sejenak terhenti mata gue tertuju pada cewek berkerudung berparas cantik itu, begitu indah wajahnya sungguh menawan seperti raisa. jantung gue seketika berdetuk kencang hidung gue ngeluarin cairan merah gue mlongo ngeliatnya.
Sembari berjalan menuju ke kantin pandangan gue tetep tertuju kepadanya, dia yang duduk kumpul bersama teman-temannya terlihat anggun dan mempesona. Dia menengok dengan pelan-pelan dan gue pun tungguin, jantung ini terus berdetuk kencang. Gue berharap waktu itu supaya pandangannya kembali melihat ke gue.

Ia tepatnya gue ngarep. awkward -_-
Dan terus terus gue tungguin sambil ngunyah batu batre ABC saking keselnya karena lama. Dan akhirnya dia meneeeengok ke teman-temannya kembali bercakap-cakap dengan teman-temannya.
seketika gue overdosis batu batre abc. yeahh!!
..
4 jam baru nyampe di kantin dengan perjalanan yang banyak godaan dan rintangan, akhirnya bertemu dengan seporsi nasi dari mimi alim, mimi alim itu ibunya darla dan nggak penting, gue sama temen-temen sering makan di kantinnya. Makanannya sih nggak terlalu enak cuman ya karena udah biasa di situ jadi ketagihaan di situ terus.
Gue pun makan dengan lahapnya, selesai makan gue bayar karena gue nggak suka ngutang.
Habis makan seperti biasanya gue dan temen-temen ngegosip dulu, udah kaya ibu-ibu arisan, setelah ngegosip balik lagi ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi,
Seperti biasanya balik ke kelas tersendat-sendat lagi nggak ada yang mau ngalah jalan duluan di depan akhirnya telat masuk. Di hukum lagi.
Setiap hari seperti itu terus kecuali hari minggu, karena libur,

balik lagi ngomongin cewe yang udah bikin gue overdosis batu batre ABC tadi, dia sebenernya nggak populer-populer amat di sekolah, nggak terlalu cantik, enggak terlalu pinter juga, biasa-biasa saja, tapi entah kenapa gue menyukainya. mungkin ini yang dinamakan cinta oh CINTA preeet..
Gue pun penasaran gue cari tau info-info nya sampe gue cari tau nama bapaknya siapa, ibunya siapa ponakannya siapa mantan-mantannya ada berapa, suka hoby apa, rumahnya dimana, waktu itu mau nanya langsung ke orangnya gue malu, jadi untuk mencari tahu info sebanyak itu gue menyerah gue nggak sanggup. Gue pun males mencari tau. Mending tidur.

Pada suatu saat gue di lantai 2, di lab sekolah, di situ gue lagi bersandar menghadap ke kelas akomodasi perhotelan, gue maenan hape terus gue buka facebook up-date status alay, gonta-ganti foto profil, komen-komen nggak jelas di status orang, maklum karena waktu itu gue masih labil.
Dan nggak sengaja gue nemuin akun facebook dia di beranda fb temen gue, ya dia yang selama ini gue suka, cewek berkerudung. wow
Kenapa gue tau bawa itu akunnya dia, karena di situ dia pake foto profil sendiri, dan ngisi infonya jujur. seperti almamater skolah, dan nama aslinya dia.
gue pun liat-liat statusnya kepo gitu, liat foto-fotonya sambil ngeces karena gue agak berfikiran jorok waktu itu, gue bahagia, hati gue berbunga-bunga lagi.
Sesederhana itu gue merasa bahagia tanpa dia ketahui dan orang lain mengetahui.
Karena gue nggak berani ngedeketinya dan di beruntungkannya gue nemuin akun fb dia, gue yang cerdas ini dapet ide, ide biar bisa ngobrol sama dia, yaps gue pun chat dia lewat fitur massanger yang ada di aplikasi facebook tsb, beuhh.. Cerdas kan gue.

gue chat dia basa-basi gitu, isi chatnya gini.
Gue: "hai" dia nggak bales chat gue
Gue: ":')" dia nggak bales lagi
Gue: "hai nama kamu siapa" dan akhirnya dia bales juga
Dia:  "itu kan ada di facebook bego"
Gue: "Oh ia gue lupa"
Gue: "boleh kenalan enggak?" Dia nggak jawab
Gue: "kamu sekolah dimana?" Nggak jawab lagi
Gue: "nama kamu siapa?"
Dia : "itu ada di facebook begoooo!!"
Gue: "oh ia gue lupa"
Gue di begoin terus sampe onta ngga punya punuk.
Gue seneng dia bales chat gue, walau jawabanya agak nggak mengenakan ati gue, tapi nggak apa-apa gue tetep positif thinking, mungkin dia lagi keselek salep kalpanax jadi marah-marah nggak jelas gitu, gue lanjutin chat gue sama dia, sampai akhirnya gue beraniin minta nomer telfonnya, gue chat lagi di fb isinya gini
Gue: "boleh minta nomer hapenya nggak?"
Dia: "buat apa?"
Gue: "ngak buat apa-apa"
Dia: "kalau nggak penting nggak boleh"
Gue: "nggak ko cuma buat sms'n aja kali aja km mau jadi temen gue"
Dia: "temen gue udah banyak, dan semuanya jelas ngga kaya lo!"
Gue seketika terdiam dan males mbales chatnya lagi.
And endingnya boro-boro gue bisa sms'an, telfonan, apalagi jalan sama dia, nomer telfonnya aja nggak di kasih. Hancur sudah semua pengharapan gue untuk bisa jadian sama dia.

So guy's Semoga cerita ini nggak di alami kalian cukup gue aja.
memories of vocational high school.

Komentar

Postingan Populer